BIPA Beridentitas Cirebon: Workshop UPT Bahasa Hadirkan Gagasan Distingsi dan Inovasi Budaya Populer

Cirebon, 28 November 2025 — UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Strategi Inovatif Menggunakan Budaya Populer Menghidupkan Kelas BIPA pada Jum’at, 28 November 2025, bertempat di Ruang Kelas BIPA, Gedung Siber SBSN Lantai 4. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan kompetensi para pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dalam merancang pembelajaran yang kreatif, relevan, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Workshop menghadirkan narasumber utama Dr. H. Casta, M.Pd, yang pada sesi pertama memaparkan Konsep Budaya Populer dan Relevansinya dalam Pembelajaran BIPA. Ia menegaskan bahwa pengajaran BIPA harus bergerak sejalan dengan dinamika budaya kontemporer agar pembelajaran lebih hidup dan komunikatif. Dalam pemaparannya, Dr. Casta juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya identitas dan ciri khas lokal dalam pengembangan program BIPA UPT Bahasa.
“BIPA UPT Bahasa UIN Cirebon harus memiliki distingsi dan keunikan. Setiap lembaga BIPA idealnya punya karakteristik yang membedakan, dan Cirebon kaya akan warisan budaya yang dapat menjadi kekuatan. Kita bisa mengkampanyekan batik Mega Mendung, tradisi keraton, kuliner khas, hingga seni pertunjukan sebagai bagian dari materi ajar yang menarik bagi pembelajar asing,” ujar Dr. Casta.

Menurutnya, integrasi budaya lokal tidak hanya memperkaya materi pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman otentik kepada peserta BIPA sehingga mereka dapat mengenal Indonesia tidak hanya melalui bahasa, tetapi juga melalui nilai, seni, dan tradisi yang hidup di masyarakat.
Kegiatan dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Kepala UPT Bahasa, Dra. Hj. Darrotul Jannah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:
“Pengajaran BIPA harus terus berinovasi dan dekat dengan realitas budaya yang berkembang. Pendekatan berbasis budaya populer dan budaya lokal akan membuat kelas lebih hidup dan bermakna. Melalui workshop ini, kami berharap para pengajar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual.”

Setelah istirahat, sesi kedua dilanjutkan dengan Praktik Desain Modul Ajar Berbasis Budaya Populer, di mana peserta diberi kesempatan menyusun dan mensimulasikan materi ajar yang mengintegrasikan budaya populer sekaligus unsur lokal Cirebon. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai ide kreatif yang muncul, mulai dari integrasi musik populer hingga pengembangan modul berbasis ikon budaya Cirebon.

Workshop ini diharapkan dapat memperkuat arah pengembangan BIPA UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus mempromosikan identitas budaya lokal sebagai daya tarik bagi pembelajar asing.
Giat Gunawan
